Tampilkan postingan dengan label Cerpen. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cerpen. Tampilkan semua postingan
Harus Kembali!

Dengan pelan namun pasti ia mengayunkan sepeda tuanya. Sepeda yang telah menemaninya sejak 10 tahun lalu, masi terlihat kuat dan berlari menemani taunnya. Sesekali ia melirik jam yang ada di tangannya, senyum tipis menghiasi pipinya, ada rasa rinduh yang mengalahkan rasa penat di dalam dirinya, rasa rinduh akan tawa ceria anak-anak remaja yang setiap hari menuntut ilmu di tempat ia bekerja, dan rasa rinduh akan seorang siswa yang telah lama pergi meninggalkan semua bakat yang ia miliki. Rasa rinduh itu yang terus ia harapkan saat sampai di gerbang pintu gapura. Berharap semua seperti 2 bulan yang lalu. 
*****
Busana putih abu-abu melekat pada tubuhnya. Baju yang dibiarkan keluar dengan 2 kancing bagian atas yang terbuka memperlihatkan baju dalam yang berwarna hitam. Dan tas hitam yang kumal tergantung di punggungnya.

Dunia Sihir


 Disuatu keluarga yang bahagia ada seorang pria tunggal yang sangat tampan wajahnya ,pintar dan daik hati .Ia merupakan salah satu dari tujuh orang yang di pilih oleh raja sihir untuk menyelamatkan ilmu sihir dari penyalahgunaan ilmu yang di kendalikan oleh Al seorang siluman yang mau dunia sihir dan dunia nyata menjadi miliknya. Dia adalah Bran umurnya kira-kira 17 tahun ia baru selesai menjalankan belajar tingkat atas ,dan sekarang ia bingung untuk melanjutkan ke mana .seorang temanya mengajak untuk masuk ke akademik sihir ,ia pun tertarik dan menyetujuinya untuk masuk ke akademik tersebut. Pada saat makan malam Bran meminta izin kepada kedua orang tuanya ,tetapi mereka tidak setuju ,karena seseorang yang menjadi penyihir tidak bisa kembali ke dunia nyata.ia pun menerimanya ,